Hello.

Apa keterampilan dan atribut yang lulusan akuntansi butuhkan?

Kamis, 09 November 2017

1. Latar Belakang Masalah

Profesi akuntansi di seluruh dunia telah datang di bawah pengawasan dekat dalam dekade terakhir sebagai akibat dari serangkaian tinggi-pro fi le kegagalan perusahaan, mengubahteknologi dan globalisasi ekonomi dunia. driver perubahan ini telah mengurangi biaya informasi dan meningkatkan tingkat persaingan antar organisasi. Hal ini telah mengakibatkan kebutuhan untuk tindakan lebih cepat dan lebih menentukan oleh manajemen, sebuah munculnya perusahaan baru atau industri dan persyaratan untuk layanan profesional dan keterampilan baru (Albrecht dan Sack, 2000). Akibatnya, pengusaha mencari beragam keterampilan dan atribut lulusan akuntansi baru untuk mempertahankan keunggulan kompetitif meskipun fakta bahwa banyak negara menghadapi kekurangan keterampilan di bidang (Birrell, 2006). Baru-baru ini, pelatihan dan pendidikan akuntan di seluruh dunia telah menjadi subyek dari banyak perdebatan dan perjuangan politik (Van Wyhe, 1994; Mohamed dan Lashine, 2003). Sementara memanfaatkan kekuatan tradisional, 

Sebuah pendidikan universitas harus meletakkan dasar untuk komitmen seumur hidup oleh lulusan untuk belajar dan pengembangan profesional (West, 1998). Klaim bahwa mahasiswa yang sakit-siap untuk memulai praktek profesional dan bahwa perguruan tinggi harus mempersiapkan siswa mereka dengan rentang yang lebih komprehensif keterampilan menempati media hampir setiap minggu, menyebabkan banyak perdebatan (Albin dan Crockett, 1991; Hall, 1998; Mathews, 2000). Universitas telah merespon dengan mengembangkan dan mengartikulasikan kebijakan yang koheren dan kerangka kerja untuk membangun atribut lulusan dalam dan di program (Tempone dan Martin, 2003). 

Akuntansi badan-badan profesional di Australia juga telah mengakui pentingnya pengembangan keterampilan generik dan atribut bagi lulusan akuntansi. Berdasarkan karya Birkett (1993), badan-badan profesional telah menghasilkan Pedoman Akreditasi Perguruan membuat eksplisit harapan mereka dari tingkat keterampilan generik (kognitif dan perilaku) lulusan. Graduate atribut yang dikembangkan selama program akuntansi sekarang harus melampaui pengetahuan dan keahlian disiplin atau teknis dan termasuk kualitas yang mempersiapkan lulusan sebagai pembelajar seumur hidup, sebagai 'warga dunia', sebagai agen untuk kebaikan sosial, dan untuk pengembangan pribadi dalam terang masa depan yang tidak diketahui (Bowden dan Marton, 1998; Barrie, 2004). 


2. Rumusan Masalah 

1: Apa keterampilan profesional yang lulus mahasiswa akuntansi anggap sebagai memiliki prioritas tertinggi untuk sukses karir? 

2: Sampai sejauh mana siswa lulus akuntansi menganggap bahwa keterampilan profesional telah dikembangkan sebagai bagian dari program gelar mereka?


Secara umum, literatur perubahan pendidikan profesional yang disponsori telah merekomendasikan perluasan dari kurikulum akuntansi untuk memasukkan mereka kompetensi dilaporkan oleh Albrecht dan Sack (2000); yaitu, analitis / berpikir kritis, komunikasi tertulis, komunikasi lisan, teknologi komputasi dan pengambilan keputusan. Di Australia, sebuah survei kepuasan kerja dengan belajar dari lulusan universitas baru melaporkan bahwa ada yang dirasakan keterampilan defisiensi di daerah penting, seperti pemecahan masalah, kreativitas dan udara fl, dan komunikasi bisnis oral (AC Neilsen Research Services, 2000). Selain itu, Lee dan Blaszczynski (1999) melaporkan bahwa meskipun majikan merasa bahwa pengetahuan akuntansi dan kemampuan untuk menggunakan informasi akuntansi adalah keterampilan penting, mereka diharapkan mahasiswa akuntansi untuk belajar banyak keterampilan termasuk mampu berkomunikasi, bekerja di lingkungan kelompok, memecahkan masalah realworld, dan menggunakan komputer dan internet alat. Pengusaha mencari lulusan yang memiliki pekerjaan dan keterampilan hidup dan terutama ingin lulusan yang memiliki, antara lain, berkembang dengan baik komunikasi, kerja tim dan kemampuan memecahkan masalah (ACNeilsen, 1998, 2000). Sebuah studi utama akuntansi manajemen oleh Siegel dan Sorenson (1999) mengakibatkan pengusaha mengidentifikasi kemampuan komunikasi (, tertulis dan presentasi lisan), kemampuan untuk bekerja pada tim, kemampuan analisis, pemahaman yang kuat tentang akuntansi, dan pemahaman tentang bagaimana fungsi bisnis menjadi penting untuk keberhasilan. Pengusaha mencari lulusan yang memiliki pekerjaan dan keterampilan hidup dan terutama ingin lulusan yang memiliki, antara lain, berkembang dengan baik komunikasi, kerja tim dan kemampuan memecahkan masalah (ACNeilsen, 1998, 2000). Sebuah studi utama akuntansi manajemen oleh Siegel dan Sorenson (1999) mengakibatkan pengusaha mengidentifikasi kemampuan komunikasi (, tertulis dan presentasi lisan), kemampuan untuk bekerja pada tim, kemampuan analisis, pemahaman yang kuat tentang akuntansi, dan pemahaman tentang bagaimana fungsi bisnis menjadi penting untuk keberhasilan. Pengusaha mencari lulusan yang memiliki pekerjaan dan keterampilan hidup dan terutama ingin lulusan yang memiliki, antara lain, berkembang dengan baik komunikasi, kerja tim dan kemampuan memeca


3. Metodologi

3.1. Mencicipi 

Kami melakukan penelitian yang melibatkan pengumpulan data dari 322 siswa lulus di tiga universitas di Australia 1 dan 28 praktisi di sejumlah organisasi dan industri yang mempekerjakan lulusan akuntansi. 


3.2. Pengumpulan data 

Baik kuantitatif dan kualitatif (Minichiello et al. . 1995) metode pengumpulan data yang digunakan.


4. Hasil dan diskusi 

skor rata-rata untuk laporan tentang nilai dan relevansi pendidikan akuntansi di perguruan tinggi siswa sendiri termasuk dalam Tabel 1. Siswa merasa bahwa inti akuntansi utama adalah kekuatan dari setiap bisnis atau perdagangan derajat (mean skor 4.22) dan lebih menarik utama sistem dari informasi (4,08), tapi kurang tegas tentang akuntansi menjadi besar lebih menarik daripada fi nance (mean skor 3,55). Ada kesepakatan moderat dengan pernyataan yang akuntansi pendidikan suf fi sien terintegrasi dengan disiplin bisnis lainnya dan menjaga dengan apa yang terjadi di lingkungan bisnis (berarti skor 3,72 dan 3,75, masing-masing). Meskipun ada kesepakatan bahwa melakukan gelar ganda dengan perdagangan atau bisnis adalah manfaat resmi (berarti skor 3,82), siswa menunjukkan preferensi yang lebih besar untuk menyelesaikan studi pascasarjana di program profesional (berarti skor 3,77) daripada kehormatan atau program master (mean skor 2,58). Menariknya, ada beberapa fi signifikan tidak bisa perbedaan antara lembaga pada beberapa poin (misalnya responden dari Lembaga 1 lebih mungkin untuk melakukan studi profesional dan derajat lebih tinggi dari orang-orang dari Lembaga 2). Meskipun siswa dari Lembaga 2 merasa bahwa akuntansi dan pendidikan bisnis yang menjaga dengan lingkungan bisnis, pendapat mereka berbeda dengan yang ada di Lembaga 1. Hal ini dapat dijelaskan oleh fokus diadopsi oleh lembaga-lembaga, dengan Lembaga 2 memiliki fokus diterapkan / praktis. ada beberapa fi signifikan tidak bisa perbedaan antara lembaga pada beberapa poin (misalnya responden dari Lembaga 1 lebih mungkin untuk melakukan studi profesional dan derajat lebih tinggi dari orang-orang dari Lembaga 2). 

Meskipun siswa dari Lembaga 2 merasa bahwa akuntansi dan pendidikan bisnis yang menjaga dengan lingkungan bisnis, pendapat mereka berbeda dengan yang ada di Lembaga 1. Hal ini dapat dijelaskan oleh fokus diadopsi oleh lembaga-lembaga, dengan Lembaga 2 memiliki fokus diterapkan / praktis. ada beberapa fi signifikan tidak bisa perbedaan antara lembaga pada beberapa poin (misalnya responden dari Lembaga 1 lebih mungkin untuk melakukan studi profesional dan derajat lebih tinggi dari orang-orang dari Lembaga 2). 



5. Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesepakatan antara mahasiswa dan pengusaha dalam hal keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses dalam karir di dunia bisnis / akuntansi hari ini (yaitu analitis / kemampuan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi lisan dan tertulis, kerja tim dan terus belajar). Namun, ada perbedaan dalam hal bagaimana masing-masing kelompok peringkat setiap keterampilan. Selain itu, meskipun kedua mahasiswa dan pengusaha peringkat komunikasi lisan sebagai yang sangat dihargai, penekanan dalam program akuntansi masih pada komunikasi tertulis, pandangan yang didukung oleh Leveson (2000), dan banyak dari keterampilan dan atribut yang dianggap penting oleh kedua kelompok tidak mengingat tingkat yang diinginkan prioritas selama program akuntansi.








PELATIHAN AUDITOR BERPENGARUH POSITIF TERHADAP KINERJA AUDITOR

Jumat, 20 Oktober 2017


Akuntan publik adalah akuntan yang menjalankan pekerjaan di bawah suatu kantor akuntan publik yang memberikan jasa auditing profesional kepada klien (Abdul Halim, 2008:12). Berdasarkan SK. Menkeu No. 470KMK.017/1999 dalam Abdul Halim (2008:14) menyatakan bahwa Kantor Akuntan Publik yang selanjutnya disebut KAP adalah lembaga yang memiliki ijin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Akuntan Publik dalam menjalankan pekerjaannya. Jasa yang diberikan berupa jasa audit operasional, audit kepatuhan dan audit laporan keuangan. 

Kompetensi seorang auditor tidak hanya dilihat dari segi teknis tapi juga dari segi etika (Fortin and Martel, 1997 dalam Cathy dan Christine, 2011). Brooks (2010) dalam Dian Agustia (2011) menyatakan bahwa profesi merupakan kombinasi yang mengutamakan kewajiban dan hak yang ada dalam suatu organisasi. Kepercayaan pengguna informasi terhadap kinerja dan kualitas jasa akuntan publik akan semakin tinggi apabila profesi tersebut dilaksanakan dengan profesional.

Menurut Hudiwinarsih (2010) sikap profesional sering dinyatakan dalam literatur, profesionalisme berarti bahwa orang bekerja secara profesional sedangkan menurut Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke (2002) dalam Herliansyah (2008:10) profesionalisme adalah tanggung jawab untuk berperilaku yang lebih dari sekedar memenuhi undang-undang dan peraturan masyarakat. Profesionalisme mengacu pada perilaku, tujuan, atau kualitas yang memberi karakteristik atau menandai suatu profesi atau orang yang profesional. Hall (1968) dalam Hendro Wahyudi dan Aida Ainul Mardiyah (2006) menyatakan terdapat lima dimensi profesionalisme, yaitu: 1) Pengabdian pada profesi; 2) Kewajiban sosial; 3) Kemandirian; 4) Keyakinan terhadap peraturan profesi; dan 5) Hubungan dengan sesama profesi. Auditor yang memiliki pandangan profesionalisme yang tinggi akan memberikan kontribusi yang dapat dipercaya oleh para pengambil keputusan baik pihak internal ataupun eksternal perusahaan. Danielle E. Warren dan Miguel Alzola (2008) berpendapat bahwa secara umum tanggung jawab auditor adalah bertindak secara obyektif. Auditor juga harus menggunakan kompetensi dan profesionalismenya dalam melakukan suatu audit.

Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) SA Seksi 210 (PSA No. 04) menegaskan perlunya pendidikan dan pengalaman memadai dalam bidang auditing sebagai syarat utama untuk melakukan audit. Untuk memenuhi persyaratan sebagai seorang profesional, auditor harus mengikuti pelatihan teknis yang cukup (IAI 2004). Pelatihan bisa diselenggarakan oleh organisasi profesi atau dilakukan secara mandiri oleh kantor akuntan publik terhadap staf auditor. Pelatihan ini harus cukup mencakup aspek teknis maupun pendidikan umum. Program pelatihan mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam peningkatan keahlian kerja auditor. Eynon et al. (1997) menyatakan bahwa pelatihan dibutuhkan untuk membangun akuntan sukses. Bonner (1994) menyatakan bahwa pengalaman yang di dapat dari program khusus, dalam hal ini diiringi dengan program pelatihan memiliki efek yang lebih dalam meningkatkan keahlian dibandingkan dengan program tradisional, dalam hal ini hanya dengan kurikulum tanpa pelatihan.

Profesionalisme berarti suatu kemampuan yang dilandasi oleh tingkat pengetahuan yang tinggi dan latihan khusus, daya pemikiran yang kreatif untuk melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan bidang keahlian dan profesinya (Abdul Halim, 2008:13). Auditor dengan pandangan profesionalisme yang tinggi akan memberikan pengaruh positif bagi kinerjanya, sehingga hasil audit laporan keuangan akan lebih dapat dipercaya oleh para pengambil keputusan baik pihak internal ataupun eksternal perusahaan. Hal ini mendukung penelitian Bamber (2002), Cohen (2001), Dinata Putri (2013) yang menunjukkan bahwa profesionalisme berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, yang dimana semakin tinggi tingkat keprofesionalismean auditor maka kinerja yang dihasilkan akan semakin memuaskan. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikembangkan hipotesis penelitian sebagai berikut:

1. Profesionalisme berpengaruh positif terhadap kinerja auditor.

 Marianus Sinaga (2008) mendefinisikan etika sebagai hal yang berkaitan dengan watak manusia yang ideal dan pelaksanaan disiplin diri melebihi persyaratan undang-undang. Prinsip etika profesi dalam kode etik Ikatan Akuntansi Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawab auditor kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini juga memandu anggota dalam memenuhi tanggungjawab profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Auditor yang memenuhi prinsip etika profesi akan mampu memberikan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap pekerjaannya. Rasa tanggungjawab membuat auditor berusaha sebaik mungkin menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan berkualitas. Penelitan yang dilakukan Gabritha Floretta (2014) menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta dan Dinata Putri (2013) dalam penelitiannya di Kantor Akuntan Publik di Bali menyatakan etika profesi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor. Ariani (2009) menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor yang dimana apabila seorang auditor tidak memiliki atau mematuhi etika profesinya maka ia tidak akan dapat menhasilkan kinerja yang memuaskan bagi dirinya sendiri maupun kliennya. 

2. Etika profesi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor

Dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai seorang profesional, auditor harus menjalani pelatihan yang cukup. Pelatihan dapat dilakukan dengan mengkuti seminar atau simposium. Bertambahnya pengalaman auditor yang diperoleh melalui pelatihan akan meningkatkan ketelitian dalam melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan dengan ketelitian yang tinggi menghasilkan laporan audit yang berkualitas dan menunjukkan kinerja auditor yang baik. Jamilah Lubis (2008) dalam penelitiannya di Inspektorat Provinsi Sumatera Utara menyatakan terdapat pengaruh yang positif dari pelatihan terhadap kinerja auditor dan penelitian yang dilakukan Adinda (2011) menunjukkan bahwa variabel pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja auditor junior.

3. Pengaruh Profesionalisme pada Kualitas Audit
 Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa profesionalisme tidak berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Bali terlihat dari tingkat signifikansi (0,057)> α (0,05). Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Wulandari (2012). Namun ada penelitian yang mendukung hasil penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan Faisal dkk. (2012) yang menyatakan bahwa profesionalisme tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Untuk meningkatkan kualitas audit, seorang auditor dituntut agar bertindak profesional dalam melakukan pemeriksaan. Auditor yang profesional akan lebih baik dalam menghasilkam audit yang dibutuhkan dan berdampak pada peningkatan kualitas audit. Adanya peningkatan kualitas audit auditor maka meningkat pula kepercayaan pihak yang membutuhkan jasa profesional. Dengan demikian profesionalisme perlu ditingkatkan, karena sangat penting dalam melakukan pemeriksaan sehingga akan memberikan pengaruh pada kualitas audit auditor. Harapan masyarakat terhadap tuntutan transparasi dan akuntabilitas akan terpenuhi jika auditor dapat menjalankan profesionalisme dengan baik sehingga masyarakat dapat menilai kualitas audit.

4. Pengaruh Tingkat Pendidikan pada Kualitas Audit 

Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa tingkat pendidikan terbukti berpengaruh positif terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Bali terlihat dari tingkat signifikansi (0,005)<α (0,05). Hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan auditor maka semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap kualitas audit seorang auditor. Hal ini memberikan suatu gambaran dimana tingkat pendidikan yang dimiliki seorang auditor akan meningkatkan kualitasnya, karena dengan jenjang pendidikan yang tinggi, hal ini berkecendrungan kuat akan meningkatkan wawasan serta kemampuan seorang auditor untuk memegang tanggung jawab serta meningkatkan perannya dalam menjalankan tugasnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi pula tentunya akses informasi yang dimilikinya menjadi lebih banyak sehingga kompetensi dalam menjalankan tugas akan semakin meningkat dan hal itu akan berdampak pada peningkatan kualitasnya. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Anggraini, Rani, dan Lismawati (2013), yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas audit.

5. Pengaruh Etika Profesi pada Kualitas Audit 

Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa etika profesi berpengaruh positif terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Bali terlihat dari tingkat signifikansi (0,008)<α (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi etika profesi auditor maka semakin baik pula kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Bali. Hasil penelitian ini mendukung penelitian oleh Rahma (2012) dan Wahyuni (2013), yang menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh pada kualitas audit. Dengan menjunjung tinggi etika profesi diharapkan tidak terjadi kecurangan diantara para auditor, sehingga dapat memberikan pendapat auditan yang benar-benar sesuai dengan laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Jadi, dalam menjalankan pekerjaannya, seorang auditor dituntut untuk mematuhi Etika Profesi yang telah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan diantara para akuntan yang menjurus pada sikap curang. Dengan diterapkannya etika profesi diharapkan seorang auditor dapat memberikan pendapat yang sesuai dengan laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Jadi, semakin tinggi Etika Profesi dijunjung oleh auditor, maka kualitas audit juga akan semakin bagus.

Adapun faktor yang menyebabkan kurangnya pengalaman pada auditor adalah, kurang lamanya bekerja pada Kantor Akuntan Publik, dalam hal ini adalah audit junior, dan selain itu kurangnya kompleksitas tugas yang dihadapi auditor, semakin sering auditor menghadapi tugas yang kompleks maka semakin bertambah pengalaman dan pengetahuannya. Begitu juga dengan risiko audit dihadapi oleh seorang auditor juga akan dipengaruhi oleh pengalaman dari auditor tersebut. Auditor akan berusaha untuk memperoleh bukti-bukti yang diperlukan untuk mendukung judgment tersebut. Dalam melaksanakan tugas auditnya seorang auditor dituntut untuk membuat suatu judgment yang maksimal. Untuk itu auditor akan berusaha untuk melaksanakan tugasnya tersebut dengan segala kemampuannya dan berusaha untuk mengindari risiko yang mungkin akan timbul dari judgment yang dibuatnya tersebut.  





Pengamatan Perusahaan Pemerintah PT KAI dalam kegunaanya di masyarakat (TUGAS SOFTSKILL 7)

Sabtu, 07 Januari 2017

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (disingkat KAI atau PT KAI) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT KAI meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007, yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Dengan demikian, pemberlakuan undang-undang tersebut secara hukum mengakhiri monopoli PT KAI dalam mengoperasikan kereta api di Indonesia.

Pada tanggal 12 Agustus 2008 PT KAI melakukan pemisahan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk mengelola kereta api penglaju di daerah Jakarta dan sekitarnya..Selama tahun 2015, jumlah penumpang kereta api mencapai 325,94 juta.

Pada tanggal 28 September 2011, bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-66, PT KAI meluncurkan logo baru. Dan pada 29 Oktober 2014 PT KAI dipimpin oleh Edi Sukmoro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Aset Nonproduksi Railways, menggantikan direktur utama sebelumnya, Ignasius Jonan.

Analisis kegunaan Perusahaan

Dalam pengoperasiannya PT KAI pada saat ini sudah membuat jalur lintasan rel kereta api antar kota dan antar provinsi . yang dimana itu sangat membantu masyarakat kelas menengah kebawah khususnya masyarakat kalangan menengah kebawah, sehingga mereka dapat ke tujuan yang cukup jauh dan dengan waktu yang lebih singkat serta harga yang terjangkau

Di sisi lain PT KAI berperan dalam mengurai kemacetan yang ada di ibukota yang biasanya terjadi pada jam pergi dan pulang kerja, karna banyak dari masyarakat ibukota yang memilih menaiki kreta api ketimbang kendaraan pribadi dengan pertimbangan alasan dan aspek masing masing individu. sehingga mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang melintas pada saat jam jam tersebut meskipun tidak mengurai kemacetan secara keseluruhan

Disamping berbagai macam kegunaannya, terdapat beberapa kelemahan yaitu fasilitas kreta api yang di rasa belum memadai, dan jumlah penumpang yang amat sangat melebihi kapasitas kreta api, delai atau keterlambatan kedatangan kereta api dan armada kereta api yang masih sedikit.
Kesimpulan Analisis

Dari analisis yang sudah di jabarkan di atas dapat penulis simpulkan bahwa kegunaan fasilitas yang di sediakan oleh perusahaan pemerintah PT KAI belum baik di karenakan berbagai macam kendala , salah satunya fasilitas yang kurang memadai, armada yang kuran, keterlambatan kereta, sehingga kegunaan kereta tersebut secara subjektif belum dapat dikatakan bagus

Cara Suatu Perusahaan / Usaha Memperoleh dana (TUGAS SOFTSKILL 8)

Berbisnis apapun pasti butuh modal, berapa pun jumlahnya itu. Permodalan sering menjadi kendala utama yang menghambat dalam membangun bisnis, baik itu kurang modal atau bahkan tidak punya modal sama sekali. Banyak sekali pengusaha yang tidak dapat mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. Lalu apakah harus berhenti begitu saja? Sebaiknya jangan,, sebagai pengusaha, maka mulailah mencari sumber pembiayaan bagi usaha Anda.
Memang tidak mudah untuk menentukan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Karena ada beberapa alternatif sumber pembiayaan usaha yang ada, namun yang perlu diketahui adalah bagaimana cara mendapatkan serta mengelolanya dengan baik.
Sebelum berusaha mendapatkan dana, perlu diperhitungkan secara detil berapa kira-kira modal usaha yang dibutuhkan. Biasanya modal usaha dicadangkan untuk selama 3 bulan, 6 bulan, bahkan 1 tahun, berbeda-beda sesuai dengan besar kecil usahanya.
Sumber-sumber permodalan
Umumnya dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, antara lain:
1. Dana Sendiri
Menggunakan dana sendiri paling banyak dilakukan oleh pengusaha dalam memodali usahanya. Pemakaian dana ini dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank ataupun berupa reksadana.
Dengan dana pribadi ini, kita bisa lebih fleksibel dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, serta bebas mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri. Sekaligus anda akan terbebas dari bunga, pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain.
Meskipun demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki kelemahan seperti kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam pencatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri.
2. Dana pinjaman
Jika anda tidak mempunyai simpanan dana pribadi dan kekurangan dana, maka alternatif lainnya adalah dana pinjaman. Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana pinjaman (terutama kredit perbankan) :
a. Kredit Usaha
Kredit usaha pada berbagai Bank dikemas dengan nama yang berbeda. Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Biasanya kredit usaha perbankan dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, atau mungkin juga gabungan keduanya. Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini harus mempelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dianjurkan untuk mencari kredit usaha pada bank yang mendukung UKM dan Bank pemerintah, mengingat suku bunga yang rendah.
b. Kredit Tanpa Agunan (KTA)
Beberapa lembaga perbankan meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA), yaitu kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan sebagai jaminan untuk keperluan konsumtif. Untuk para pemula usaha, kredit ini dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bagi yang tidak memerlukan kredit dalam jumlah besar. Umumnya kredit yang diberikan berkisar 5 juta sampai maksimal 150 juta, dengan jangka waktu yang beragam. Bagi yang ingin mendirikan usaha baru mungkin akan kesulitan mendapatkannya. Namun jika anda masih berprofesi sebagai karyawan, maka anda bisa menggunakan profesi tersebut untuk mendapatkan kredit ini guna membangun usaha.
c. Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat)
Fasilitas kredit dari BPR relatif lebih mudah persyaratan dan prosesnya dibandingkan di bank umum. BPR melayani orang-orang yang butuh pendanaan usaha, terutama UKM, dengan sistem dan persyaratan yang cenderung mudah. Tapi harus diingat tingkat bunganya cenderung lebih tinggi dari bank umum, dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat.
d. Leasing atau Lease Back
Leasing ialah program pendanaan yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan, dimana pinjaman tersebut diberikan tidak berupa uang tunai, namun berupa pembelian aset bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor.
Sedangkan lease back adalah pinjaman yang diberikan pada usaha yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor yang dimiliki.
e. Perum Pegadaian
Suatu lembaga keuangan yang dimiliki pemerintah untuk menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang tertentu, dengan tingkat bunga yang relatif rendah dan dihitung per 2 mingguan. Anda bisa memilih produk pegadaian yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan usaha, seperti KCA (Kredit Cepat Aman), Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai), ataupun Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fiducial).
f. Koperasi
Koperasi yang menyalurkan pendanaan adalah koperasi kredit (Kopdit) ataupun KSP (koperasi simpan pinjam). Umumnya persyaratan yang diperlukan adalah anda harus menjadi anggota dari koperasi tersebut. Dengan menjadi anggota dan melakukan simpanan, maka anda berhak untuk mendapatkan fasilitas kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya melayani kredit bagi anggotanya saja.
g. Pinjaman BUMN
Dana yang digunakan sebagai pinjaman dari BUMN adalah dana kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang disisihkan untuk pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki program kemitraan ini antara lain PT Jamsostek, Pertamina, PT GAs Negara, dan sebagainya. Untuk informasi ini dapat dicari di Kementrian BUMN)
h. Pinjaman Departemen
Pemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil melalui beberapa departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas pembiayaan untuk UKM, yaitu Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan Departemen Perindustrian. Khusus untuk usaha rumah makan, departemen yang memungkinkan untuk memberikan pinjaman adalah Departemen Koperasi.
3. Dana Gabungan Usaha (joint)
Kalau memiliki teman atau kerabat yang berpotensi memiliki dana lebih dapat dinegosiasikan untuk ikut serta menjadi pemodal dalam jumlah besar ataupun sebagian kecil dari bisnis anda. Usahakan membuat perencanaan konsep rumah makan yang matang lalu lakukan presentasi dan kemudian negosiasikan mengenai kebutuhan modal, jumlah, jangka waktu, dan pembagian hasil dari keuntungan usaha setiap bulannya. Jangan lupa untuk membuat daftar nama relasi yang potensial sebelumnya, untuk mendapatkan peluang pinjaman yang lebih besar.
Poin yang terpenting dan harus diingat adalah perhitungkan secara matang jumlah modal yang dibutuhkan, dan kemudian pertimbangkan keuntungan dan kelemahan dalam memilih sumber pendanaan dari luar. Jangan canggung untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sumber pendanaan yang anda inginkan. Jangan sampai usaha anda baru berjalan tetapi sudah terbebani dengan tingkat bunga yang tinggi.

Efektifitas Bisnis Sari Roti Di indonesia (TUGAS SOFTSKILL 6)

PT, Nippon Indosari Corporindo Tbk atau yang biasa kita ketahui "Sari Roti" merupakan salah satu jenis usaha bisnis yang sudah terbilang sukses di indonesia. perusahaan ini berdiri pada tahun 1995 yang dimana pada tahun pertamanya tersebut berdiri sebagai sebuah perusahaan penanaman modal asing dengan nama PT Nippon Indosari Corporation kemudaian pada tahun 1996 perseroan beroperasi secara komersial dengan memproduksi roti yang selama ini kita ketahui sebagai "sari roti" dan mengoperasikan pabrik pertama di cikarang, jawa barat, Lalu di 2001 meningkatkan kapasitas produksi dengan menambahkan dua lini mesin (roti tawar dan roti manis), di 2003 merubah nama perseroan dari PT Nippon Indosari Corporation menjadi PT Nippon Indosari Corpindo. Di 2005 perseroan mengoperasikan pabrik kedua di pasuruan, jawa timur. di 2008 perseroan mengoperasikan pabrik ketiga di cikarang, jawa barat. di 2010 perseroan melakukan penawaran umum saham perdana pada tanggal 28 juni 2010 di bursa efek indonesia dengan kode emiten ROTI, Di 2011 perseroan mengoperasikan dua pabrik baru di semarang jawa tengah dan medan sumatera utara, do 2012 perseroan mengoperasikan pabrik keenam di cibitung jawa barat, serta menambahkan masing-masing satu lini mesin pada tiga pabrik yang telah ada di pasuruan, semarang dan medan, di 2013 perseroan mengoperasikan dua pabrik baru di makassar sulawesi selatan dan palembang sumatera selatan, di 2014 perseroan mengoperasikan dua pabrik berkapasitas ganda di purwakarta dan cikande, dan yang terakhir di 2015 perseroan menerapkan standar ISO 9001:2008 (quality Management System) dan ISO 22000:2005 (Food safety Management System) pada pabrik cibitung, cikarang, cikande, purwakarta dan semarang.

Dari penjabaran sejarah perusahaan PT Nippon Indosari Corpindo di atas dapat penulis simpulkan bahwa efektifitas usaha sari roti ini amat sangat baik dilihat dari aspek perkembangan perseroan di setiap tahunnya yang sudah membuka berbagai macam pabrik di berbagai macam wilayah di indonesia.

Efektifitas dalam Bisnis Sari Roti adalah sebagai berikut :

1. Memberikan lapangan pekerjaan bagi para warga indonesia 
2. Perusahaan berkembang pesat dalam kurun waktu 20 tahun
3. Perseroan sudah membuka banyak cabang di berbagai wilayah di indonesia

jadi dapat disimpulkan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo sudah sangat efektif dalam pengembangan bisnisnya di indonesia, serta memberikan benefit untuk para masyarakat indonesia atas lapangan pekerjaan yang di sediakan, juga memberikan pendapatan negara atas produk sari roti yang sudah di expor ke luar negri atau sari roti yang sudah go internasional.

Langkah-langkah pelaksanaan UKM konter pulsa (TUGAS SOFTSKILL KE 5)

Memulai bisnis merupakan kegiatan yang di rencakan baik itu dalam sekala besar maupun dalam skala kecil, dalam usaha kecil atau usaha kecil menengah yang biasa kita singkat UKM terdapat UKM dalam bidang pengisian ulang pulsa seluler yang marak kita jumpai di hampir setiap jalan yang kita lalui. UKM konter pulsa ini sudah ada sejak lama seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.


Dalam pelaksanaan bisnis ini terdapat berbagai macam kelebihan dan kekurangan. diantaranya yaitu :

Kelebihan 

1. Bisnis yang terbilang cepat dalam perputaran uangnya dikarenakan hampir semua kalangan membutuhkan pulsa untuk di zaman modern ini, terlebih lagi applikasi streaming seperti "youtube" lebih dimintai ketimbang menonton TV akhir-akhir ini2. Bisnis ini merupakan kategori bisnis yang cukup mudah dijalankan oleh semua kalangan. terlebih untuk pemula yang baru terjun dalam usia bisnis3. Kemungkinan rugi dalam bisnis ini kecil apabila mengikuti langkah - langkah pelaksanaan UKM yang akan di jelaskan di bawah

Kekurangan

1. Meskipun bisnis ini bisnis yang terbilang cepat dalam perputaran uangnya, namun dalam mendapatkan laba butuh waktu yang cukup lama agar mendapatkan laba yang besar2. Sudah banyak yang menjalankan bisnis ini, sehingga persaingan makin besar luas dan tentunya makin sulit. di haruskan untuk para pelaku bisnis melakukan atau membuat inovasi baru dalam pemasarannya3. untuk bisnis UKM konter pulsa konvensional sedang terganggu dengan bisnis kuota murah / pulsa murah online yang pada saat ini marak beredar dengan memberikan kepraktisan dengan tidak harus keluar rumah atau ketempat konter , serta dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan harga konter.

Tentu saja dalam menjalankan bisnis UKM ini perlu beberapa langkah-langkah pelaksanaannya, berikut merupakan langkah-langkah dalam pelaksanaan usaha kecil menengah secara umum, agar usaha yang dilaksanakan oleh para pelaku bisnis bisa berkembang dan sukses.

1. Ide Usaha (Business Ideas)



Ide usaha merupakan hal terpenting sebelum memulai suatu usaha, rasanya sangat mustahil kita memulai usaha tanpa ada ide usaha sebelumnya. Mengapa ide usaha menjadi begitu penting, ini di karenakan usaha jika di awali dengan ide yang baik serta memandang jauh ke depan akan menghasilkan usaha dengan kualitas yang prima. Lalu yang menjadi pertanyaan terbesar, bagaimana kita menentukan ide usaha? Untuk menentukan ide usaha anda dapat menemukan ide itu dari rutinitas anda sehari-hari, mulai dari hobi, kegemaran, keahlian, kesukaan dan hal lainnya yang menurut anda dapat anda kuasai. Jika anda memulai suatu usaha dari hal yang anda kuasai maka usaha tersebut akan berjalan lancar bahkan saat terjadi masalah sekalipun, tentunya ini menjadi hal pokok yang harus anda pahami, "tentukan ide usaha anda sekarang juga".

2. Rencana Usaha (Business Plan)



Setelah anda berhasil menemukan ide sempurna untuk usaha yang akan anda jalani langkah selanjutnya adalah rencana usaha yang matang. Rencana usaha menjadi hal yang sangat penting untuk anda pikirkan matang-matang sebelum memulai suatu usaha, salah satu masalah yang akan timbul jika anda mengabaikan Business Plan adalah kekacauan di tengah usaha yang berakibat pada kemunduran bahkan kegagalan usaha anda. Mengapa saya katakan sangat penting disini, ini karena rencana usaha memiliki banyak sekali keuntungan untuk usaha anda. Keuntungan yang pertama adalah anda dapat mengetahui kemana arah dan tujuan dari usaha anda, meskipun usaha anda bersifat mikro(kecil) namun dengan arah serta tujuan yang pasti, usaha anda akan cepat maju dan berkembang. Keuntungan yang kedua, dengan rencana usaha yang matang anda dapat menentukan berapa modal awal serta penghasilan yang kelak anda dapatkan dari usaha anda, dengan perencanaan yang baik tentunya anda dapat meminimalisir biaya pengeluaran namun dengan penghasilan yang maksimal.

3. Survei (Observations Environment)



Langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah survei atau pengamatan lingkungan sekitar. Lalu apa kegunaan dari survei ini? apakah wajib untuk di lakukan?
Jika kita melihat dari segi keuntungan yang di dapat tentunya survei sangat wajib untuk di lakukan. Survei atau pengamatan di lakukan untuk mengetahui kondisi konsumen, lingkungan sekitar, lokasi usaha, pesaing, target penjualan, pemasaran dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Dengan survei anda juga dapat mengetahui banyak hal serta peluang berkembang tidaknya usaha anda. Jika anda mendirikan usaha dengan lingkungan yang mendukung serta minim pesaing maka dapat di pastikan jika usaha anda siap meroket dan bersiaplah menjadi seorang pengusaha sukses.

4. Persiapan Usaha Dengan Baik (Preparation of Business)



Semua itu butuh persiapan, sebelum belajar persiapan yang harus kita lakukan adalah berdoa, sebelum menikah persiapan yang kita lakukan adalah meminta restu dari orang tua, nah begitu pun sebelum membuka usaha, anda harus memiliki persiapan yang benar-benar matang. Persiapan seperti izin mulai dari SITU, SIUP dan izin-izin lainnya yang masih terkait harus di persiapkan dengan baik, selain itu jika anda membuka usaha yang mana cukup besar maka anda membutuhkan banyak karyawan, persiapkan karyawan anda, anda juga tidak boleh lupa mempersiapkan modal, administrasi usaha, alat-alat, mesin, fasilitas dan juga logo atau nama dari perusahaan anda.

5. Memulai Usaha (Action)



Setelah anda selesai dengan ke-empat langkah memulai usaha di atas, kini saatnya anda action. Action atau memulai usaha merupakan langkah terakhir untuk anda yang mana setelah anda memulai action berarti anda telah siap memasuki gerbang persaingan usaha dengan orang atau perusahaan lain yang mana ini menentukan berkembang tidaknya usaha anda.

Sebagai seorang pemula khsususnya dalam bidang berwirausaha memulai suatu usaha memang terasa sangat berat, ada saja hal yang menggangu pikiran sehingga menjadi hambatan untuk segera memulai usaha. Namun jika anda seperti itu terus kapan majunya, bangkitlah dan buang semua pikiran negatif dari pikiran anda, berjuanglah dalam mendirikan usaha dan jangan pernah menyerah sampai anda berhasil.

 
Fell Free To Read © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions