Pengaruh Bisnis Dari Nilai Tukar USD Terhadap Rupiah

Minggu, 21 Desember 2014

Dalam dunia bisnis khususnya di indonesia, memliki keterkaitan yang cukup aktif dalam bidang perdangangan internasional (ekspor/impor) . Dalam pelaksanaanya , tentu saja pembayaran tidak menggunakan mata uang dalam negri, melainkan menggunakan mata uang USD yang di akui dunia sebagai perantara pembayaran perdagangan dunia (ekspor/impor).

Saat ini 21-Des-2014, Nilai tukar USdollar terhadap rupiah sudah mencapai 12,650.00 (Kurs jual) 12,350.00 (Kurs beli) 12,500.00 (Kurs tengah) per 1 USD . Hal ini akan menimbulkan beberapa dampak kurang bagus bagi perkembangan bisnis di indonesia.

Kita ambil contoh : sebuah pabrik tahu dan tempe mengekspor kedelai dari negara Australia, sebelum nilai tukar Rupiah melemah. pabrik tersebut bisa membeli sebanyak kurang lebih 750 kg kedelai dari Australia, Namun kini pabrik tersebut hanya mampu membeli 500 kg kedelai. untuk meminimalisir kerugian pabrik tersebut melakukan perubahan ukuran dalam produk mereka, karna mereka tahu bila harga produksi yang dinaikan maka akan mengurangi jumlah konsumen.

Pengaruh ini tidak hanya melibatkan perdagangan ekspor/impor saja. pengaruh ini juga mencampuri peningkatan produktifitas dalam negri kita, karna sebagian besar pabrik dalam negri mengimpor bahan produksi mereka untuk di produksikan ke masyarakat pribumi. Dan dalam hal positifnya juga akan banyak produk made in indonesia yang di ekspor ke luar negri dan daya saing produk tersebut meningkat.

jadi dalam hal ini . Pengaruh bisnis dari nilai tukar USD terhadap rupiah memiliki dampak positif dan negatifnya, Dampaknya dapat saya simpulkan sebagai berikut .

Dampak positif :

1. Sebagian besar pabrik akan mengurangi kegiatan impor, dan lebih menggunakan produk dalam negri .
2. Eksportir akan mengalami keuntungan yang berlipat. dan negara juga akan merasakan hasil tsb
3. Bila kalian menerima gaji berupa USdollar. maka jumlah gaji pokok kalian juga akan ikut bertambah.

Dampak Negatif :

1. Harga barang impor mengalami kenaikan
2. Beban hutang swasta dan negara akan semakin berat
3. Penurunan tingkat produktifitas. Dalam pabrik yang memerlukan bahan mentah produksi dari luar negara.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Fell Free To Read © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions